No Krisis Gas, Kayu Api Jadi Andalan

|
kayu api
Oleh: Bertus

Jika hidup di kampung, krisis energy mungkin belum terlalu terasa sangat menakutkan, kecuali kalau memang sudah tak ada bensin yang menggerakan mobil yang mengangkut penumpang. Tetapi untuk memasak sehari-hari warga rumah panjai di kampung di perbatasan, seperti di desa Saya, Rantau Prapat, Kecamatan Embaloh Hulu, Benua Martinus, rata-rata masih menggunakan kayu api.


Karena itu kami tidak pernah kekurangan, walau pemerintah tidak membagikan tog gas 3 kilogram sekali pun, sebab kebiasaan masyarakat di kampung sejak jaman dahulu kala adalah memasak dengan kayu api.


Bagi masyarakat yang mampu, dari pada membeli tog gas Indonesia, mereka lebih suka membeli tong Gas Malaysia. Selain mutunya lebih baik, juga dari aspek keamanan juga cukup muah didapat.


Selain mudah mendapatkan kayu bakar untuk memasak, nasi yang dimasak secara tradisional dengan kayu api ini juga terasa lebih gurih dibandingkan dimasak dengan gas. Anda pernah menikmati nasi yang ditanak dengan kayu api?

Kumis Kucing Obat Alternatif

|
Kumis Kucing di bekas temawai lama
Oleh: Bertus

Bagi warga perbatasan yang cukup jauh dari pelayanan medis, atau puskesmas maupun rumah sakit. Harus pandai-pandailah mencari alternatif pengobatan. Antara lain dengan meggunakan obat herba. Misalnya bunga Kumis Kucing ini, yang banyak tumbuh di pinggir sungai,tak jauh dari Rumah Panjai Mungguk, Desa Rantau Prapat, Kecamatan Embaloh Hulu, Benua Martinus.

Bunga-bunga ini tumbuh liar sepanjang jalan menuju tepian, tempat warga mandi. Konon tanaman ini adalah tanaman obat  banyak manfaat karena menurut para peneliti mengandung glikosida orthosiphonin yang berkhasiat untuk melarutkan asam urat, fosfat dan oksalat dari tubuh. Terutama dari kandung kemih, empedu dan ginjal.  Khasiat kumis kucing ini bisa digunakan untuk mengobati sejumlah penyakit seperti, infeksi ginjal akut dan kronis, rematik, tekanan darah tinggi, kencing manis, kencing batu serta infeksi kandung kencing.

Di desa saya, tanaman kumis kucing tidak dipelihara, tetapi tumbuh subur menjalar kemana-mana. Banyak lagi sumber apotik sehat di kampung saya sebenarnya yang belum dikelola. Ini hanya salah satunya.

Profile Desa Rantau Perapat, Kapuas Hulu

|

Aktivitas Warga Desa Rantau Prapat
Oleh: Bertus

Secara turun temurun, masyarakat Desa Rantau Prapat memanfaatkan hutan ini sebagai areal pertanian, berburu, ritual adat  dan meramu. Dengan mempergunakan kearifan lokal baik pemanfaatan maupun pengelolaannya, Desa Rantau Prapat letaknya dari Kota Putus sibau kurang lebih 70 Km sementara dari kecamatan Embaloh Hulu Benua Martinus 40 Km.  Dan berada dijalan lintas utara sebelah utara berbatas dengan benua sadap, sebelah timur berbatasan dengan benua tengah, sebelah selatan berbatasan ulak pauk dan sebelah barat berbatasan dengan Batu lintang  Sedangkan bagian selatan berada di daerah rawa 1- 1,5 Meter (Pppsdak, 2007)  bagian utara sepanjang sungai cemeru kawasannya berbukit-bukit dan masih berhutan. Sungai cemeru dan sungai lauk rugun merupakan sungai terbesar yang muaranya kesungai Palin.
Desa Rantau Prapat diami suku iban kurang lebih (80%)  sedangkan suku lain seperti embaloh, jawa, NTT, Kanaytan, kayan, melayu silat, uud danum dengan jumlah penduduk laki-laki 181 jiwa dan perempuan 175 jiwa secara keseluruhan 356 jiwa 105 kk (Data 2009). Masyarakat yang ada di Desa Rantau Prapat sebagian besar beragama katolik. 
Berdasarkan tata guna lahan yang telah disepakati oleh masyarakat Desa Rantau Prapat luas wilayah secara keseluruhan seluas 24.193.14 hektar dengan rincian sebagai  berikut :

1.      Areal Damun                                                   :  3.407,03  hektar
2.      Areal Kebun Karet                                          :     617,02  hektar
3.      Areal Rawa/gambut                                        :     184,93  hektar
4.      Areal Hutan/Rimba                                         :   19.143,15 hektar 
5.      Areal Tengkawang                                          :      808,30 hektar
6.      Areal Tembawang/temawai                            :        27,49 hektar
7.      Areal Pemukiman                                            :          5,23 hektar
Dengan tingginya manfaat Kawasan Hutan Desa Rantau Prapat , maka kami berinisiatif untuk mengajukan alokasi hutan desa di wilayah ini, seperti yang diatur dalam peraturan menteri nomor 49 tahun 2008 tentang Hutan Desa.
Demikian surat ini kami sampaikan dan sebagai bahan pertimbangan, kami lampirkan potensi kawasan calon hutan desa Rantau Prapat serta bentuk pemanfaatan dan pengelolaan kawasan.
Atas perhatiannya dan dukungannya kami ucapkan terima kasih.